Sebanyak Lebih dari 2.500 Warga Mengungsi Lebih dari Seminggu, 6 Kabupaten di Riau Terdampak Banjir

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 19 Januari 2024 - 14:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau per Rabu (17/1/2024) total warga mengungsi berjumlah 2.523 KK (9.930 jiwa). (Dok. BNPB)

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau per Rabu (17/1/2024) total warga mengungsi berjumlah 2.523 KK (9.930 jiwa). (Dok. BNPB)

APAKABARJATENG.COM – Banjir masih merendam sejumlah daerah di Provinsi Riau, peristiwa yang berdampak pada ribuan warga ini menjadi perhatian.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau per Rabu (17/1/2024) total warga mengungsi berjumlah 2.523 KK (9.930 jiwa).

Pengungsian tersebar di enam kabupaten, yaitu Pelalawan, Rokan Hilir, Inhu, Dumai, Bengkalis dan Siak.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, S.Sos., M.M. melihat dari udara dampak banjir.

Banjir telah mengakibatkan terganggunya akses jalan penghubung provinsi.

Lihat juga konten video, di sini: Prabowo Subianto: Kami akan Bekerja Sebenar-benar dan Sejujur-jujurnya untuk Rakyat Indonesia

Mulai dari Sumatra Utara, Sumatra Barat sampai ke Provinsi Riau, ada yang tergenang air.

Menurutnya, ini membutuhkan penanganan secara komprehensif, karena warga terdampak rata-rata sudah mengungsi lebih dari satu minggu.

Pihaknya mengharapkan banjir dapat segera surut dan masyarakat dapat beraktivitas normal.

Menyikapi bencana banjir ini, Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat bencana banjir selama 10 hari.

Status tersebut berlaku sejak 22 Desember 2023 hingga 31 Januari 2024.

Penetapan ini bertujuan untuk mengoptimalkan dukungan penanganan darurat ke wilayah kabupaten dan kota.

Peninjauan wilayah Suharyanto dilakukan dengan helikopter untuk melihat kondisi terkini wilayah Pelalawan dan Indragiri Hulu (Inhu) yang masih terdapat genangan.

Kepala BNPB menyempatkan untuk mendarat di Kecamatan Rengat, Inhu, untuk bertemu dengan warga terdampak di pos pengungsian Danau Raja.

Di situ Suharyanto membagikan bantuan simbolis BNPB, selepas kunjungan di Inhu, helikopter bertolak kembali ke bandara di Pekanbaru.

“Memang banjir tahun ini merupakan siklus hampir dua puluh tahun sekali karena curah hujan cukup besar,” ujar Suharyanto.

Suharyanto mengatakan, sampai hari ini masih ribuan masyarakat yang mengungsi.

Kepala BNPB melanjutkan perjalanan untuk mengunjungi pos pengungsian di Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru.

Suharyanto melihat kondisi warga yang terdampak banjir dan memastikan penanganan warga terdampak berlangsung baik. Wilayah yang masih tergenang berada di Kecamatan Rumbai.

Saat bertemu kelompok ibu di pos pengungsian, Suharyanto menyemangati mereka dalam menghadapi bencana.

Kepala BNPB juga meminta para warga untuk bersabar ketika berada di pengungsian.

Sebelum meninggalkan tempat itu, ia menyerahkan kembali bantuan kepada warga terdampak.

BNPB memberi bantuan pangan dan non-pangan kepada pemerintah daerah di tingkat kabupaten/kota dan provinsi.

Penyaluran bantuan secara simbolis dilakukan di sela-sela kunjungan kerja Kepala BNPB di Provinsi Riau pada hari Kamis (18/1/2024).

Selain bantuan tersebut, BNPB memberikan dana siap pakai (DSP) untuk 10 wilayah kabupaten/kota sebesar Rp250 juta, sedangkan Provinsi Riau Rp350 juta.

Sementara itu, bantuan pangan dan non-pangan yang diberikan BNPB berupa makanan siap saji 500 paket, sembako 500 paket, selimut 500 buah, matras 500 buah.

Hygiene kits 500 paket, sabun cair 500 botol, tower lamp 5 unit,
Pompa alcon 5 unit, tenda keluarga 4 unit, tenda pengungsi 2 unit, genset 2 unit, perahu dan mesin 2 unit,

Pemerintah daerah yang menerima bantuan pangan dan non-pangan yaitu:

Kabupaten Bengkalis, Rokan Hilir, Kuantan Singingi, Kampar, Kepulauan Meranti, Rokan Hulu, Indragiri Hilir, Pelalawan, Inhu dan Kota Pekanbaru.***

Berita Terkait

Bos Sritex Iwan Setiawan Lukminto Ditangkap, Dugaan Korupsi Kredit Bank Daerah Mengemuka di Kejagung
Koalisi Sipil Laporkan Pemilik Sugar Group Company ke KPK, Ada Pengakuan Suap Rp50 Miliar ke Zarof Ricar
Kucing Milik Presiden Prabowo Subianto, Inilah Momen Bill Gates Beri Hadiah untuk Bobby Kertanegara
Tantangan Serius Dunia Pers Modern, Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja Melanda Industri Media
Hadiah Hari Buruh, Presiden Prabowo Umumkan Pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh dan Satgas PHK
Termasuk 2 Kendaraan Ridwan Kamil, KPK Sita 26 Kendaraaan dalam Kasus Korupsi pada Bank BJB
TNI AU Tegaskan Puskopau Lanud Halim Perdanakusuma Bukan Pemilik Oriental Circus Indonesia
Para Menteri Sowan ke Jokowi, Mensesneg Prasetyo Hadi Tanggapi Soal Indikasi ‘Matahari Kembar’
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 08:03 WIB

Train of Glamour Bergabung dengan EHL Alliance, Jadi Anggota Pertama asal Tiongkok dan Awali Babak Baru dalam Layanan Kereta Mewah

Selasa, 21 April 2026 - 07:59 WIB

Xinhua Silk Road: 3TREES Kian Gencar Berekspansi Global, Didukung Angka Penjualan Tertinggi untuk Produk “Stone Paint”

Selasa, 21 April 2026 - 07:29 WIB

Whale Cloud Gandeng AGIBOT guna Mempercepat Ekspansi “Embodied AI” di Pasar Global

Selasa, 21 April 2026 - 04:20 WIB

Diaspora Tionghua Dunia Gelar Ritual Bersama Menghormati Kaisar Kuning Xuanyuan di Henan

Selasa, 21 April 2026 - 02:00 WIB

Thunes Luncurkan Pembayaran di Waktu Nyata ke Selandia Baru

Senin, 20 April 2026 - 07:18 WIB

Shanghai Electric Catat Kinerja Positif pada 2025, Nilai Pesanan Baru Capai Rekor Tertinggi

Senin, 20 April 2026 - 05:28 WIB

Mouser Electronics Bahas Peran Kecerdasan Buatan dalam Mengubah Teknologi dan Pengalaman Sehari-hari

Senin, 20 April 2026 - 01:44 WIB

Tradewind Finance Sediakan Fasilitas Anjak Piutang Ekspor Tanpa Hak Regres Sebesar AS$2,5 Juta Untuk Eksportir Kabel Asal Vietnam

Berita Terbaru

Pers Rilis

Thunes Luncurkan Pembayaran di Waktu Nyata ke Selandia Baru

Selasa, 21 Apr 2026 - 02:00 WIB